Selasa, 18 Oktober 2011

Baru Bertemu Mereka

Ada mereka yang dilahirkan bak psikolog, karena tidak pernah sekolah psikologi tapi mungkin sepandai psikolog. Mereka menasehati dengan tidak menasehati. Mereka tidak menunjukan salah dan benar tapi menunjukan baik dan buruk. Mereka pandai memberikan pandangan tentang hidup tanpa terkesan berteori-orasi.
Mereka sederhana, yang aku temui bajunya tampak lusuh dan hanya berkain sarung. Tapi saat bicara, menuntut kita dengan sukarela untuk mendengarkan. Mereka tidak menjual Tuhan untuk membenarkan perkataan mereka, tapi sebaliknya mereka mengulang dengan baik yang Tuhan katakan dalam kitab suci. Mereka mengajarkan, untuk melihat ke depan dan berhenti mematung. Mematung ? Saat kita merenungi secara berlarut tentang masa lalu. Mereka sudah pada satu titik, kepasrahan. Bukan untuk bersembunyi dari kata malas. Mereka pasrah, tidak menuntut hidup sehingga hidup juga tidak mengejar mereka. Mereka bijak, sebab dapat merangkum tebalnya kitab suci ke dalam satu bahasa sederhana, JUJUR. Mereka mengajarkan keutamaan dalam hidup, “Kejarlah keselamatan. Bukan kemenangan, sebab dalam kemenangan ada kekalahan”.  Selalu terngiang. Bukan memaksa kita menjadi anti-kompetisi, tapi mengajarkan seimbangkan hati dan logika saat bertindak.
Mereka juga bukan dewa atau merasa nabi, tapi menurutku mereka sudah tahu cara terbaik mendengar Tuhan. Mereka selalu mengingatkan tentang pentingnya berdoa, berbagi pandangan dengan orang - orang sekitar atau silahturami, menjaga amanah dan indahnya menjaga amarah.
Mereka selalu ada disekitar kita, hanya kadang dunia memandang mereka sebelah mata. Saat kita berfikir seperti dunia, mereka juga tak terlihat oleh kita. Jika lebih beruntung dari aku, kalian bisa melihatnya di cermin.

2 komentar:

Anonim mengatakan...

maksudte sopo tow bang??? gak mudeng??? nang njero cermin ono sopo wae emang??? kug mereka??? zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz,,,,,

kuli qwerty mengatakan...

ada deeehhh... :p
kie sopo??? :)

Posting Komentar